Pilkada Kota Tasikmalaya Kontroversi Dibalik Dibukanya Pendaftaran Bacalon

- 25 April 2024, 11:30 WIB
Ilustrasi Pilkada serentak 2024.
Ilustrasi Pilkada serentak 2024. /Antara

IDEJABAR – Penyataan salah seorang Petinggi PPP yang juga Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat, U. Ruhzanul Ullum, tentang jika ada kader partai yang mumpuni, sanggup dan dikenal, kenapa mesti buka pendaftaran. Hal itu berkaitannya dengan beberapa parpol yang membuka pendaftaran Bacalon Wali Kota/Wakil Wali Kota pada Pilkada November nanti.

Padahal, di bukanya pendaftaran Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota oleh beberapa parpol merupakan perintah DPP. Ironisnya, Uu sendiri telah mengambil formulir pendaftaran Calon Wali Kota Tasik di DPC PPP.

Membaca Keterbukaan dan Demokratisisasi Parpol

Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tasik yang juga Advokat, Bambang S Setyawan menyebutkan justru dibukanya pendaftaran bagi para balon itu merupakan ekspresi demokrasi. Malah, kata Bambang, jika ada parpol yang menutup diri dari masuknya calon diluar parpolnya perlu dipertanyakan soal keterbukaannya.

“Dilingkungan pemerintahan saja sekarang sudah ada yang namanya open bidding bagi Jabatan tertentu dan para pejabat yang memiliki persyaratan itu bisa ikut. Itu kan bagus dan cukup demokratis, nah apa lagi parpol harus lebih terbuka dan lebih demokratis,” papar mantan wartawan ini.

Mantan Komisioner KPU Kota Tasik, Bambang S. Setyawan
Mantan Komisioner KPU Kota Tasik, Bambang S. Setyawan

Menurut Bambang, jika diinternal parpolnya ada yang siap dan mumpuni, justru saat dibuka pendaftaran itulah ia akan diuji dengan pendaftar diluar parpolnya. Sehingga, lanjut Bambang, keutuhan pemahaman pada kepemerintahannya akan diuji.

“Saya kira bahwa endingnya seperti apa, itu kan hak prerogatif parpol itu sendiri. Tapi paling tidak dengan dibukanya pendaftaran parpol telah memulai dengan proses demokrasi dan keterbukaan, itu saja,” tandasnya.

Baca Juga: Pilkada Kota Tasikmalaya. Meski Raihan Kursi Menurun, PPP Tetap Jadi Primadona

Wakil Direktur Pascasarjana Universitas Siliwangi, Dr. Yusuf Abdullah mengatakan, ujung dari agenda parpol itu adalah bagaimana memenangkan kontestasi ini. Oleh karena itu, lanjut Yusuf, berbagai skenario pasti disiapkan. Namun begitu, muara dari semuanya itu, parpol akan kembali kepada AD/ART dan Keputusan DPP.

Halaman:

Editor: Edi Purnawadi

Sumber: Wawancara


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah