Sekda Jabar Herman : Kurangi Pengangguran, SMK Konsep Teaching Factory Harus Dimatangkan

- 14 Juni 2024, 12:30 WIB
Sekda Jabar Herman Suryatman saat mengungkapkan tentang target penerbitan NIB di Jabar
Sekda Jabar Herman Suryatman saat mengungkapkan tentang target penerbitan NIB di Jabar /Humas Jabar

IDEJABAR – Dalam upaya menanggulangi pengangguran di Jawa Barat, khususnya di Bandung, menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jawa Barat konsep teaching factory_lulusan SMK perlu terus dimatangkan dan dipertajam agar link and macth dengan industri berjalan optimal.  

Hal itu disampaikan Herman kepada para perangkat daerah saat rapat Optimalisasi Penyerapan Tenaga Kerja di Ruang Kerja Sekda Jabar, Gedung Sate Bandung, Rabu (12/6/24).  

Tingkat Pengangguran Di Jabar Masih Tinggi Yakni 217.000  

Dalam rapat berkonsep coffe morning tersebut, Herman mengatakan berdasarkan data BPS angka pengangguran di Jabar per Februari 2024 menurun 217.000 orang dibandingkan Februari 2023, menjadi 1,79 juta orang.  

Baca Juga: UPDATE Pilkada Kota Bandung 2024: Erwin Rebut Posisi Satu Atalia istri Ridwan Kamil Jadi Cawalkot Bandung ?

Tingkat pengangguran terbuka berdasarkan pendidikan, lulusan SMK masih berada paling atas dengan 12,33 persen pada Februari 2024. Disusul kemudian lulusan SMA 8,98 persen.  

Mengingat SMA/SMK kewenangan Provinsi, maka perlu ada treatment khusus agar penyerapan tenaga kerja bisa optimal.  

Menurut Herman, konsep teaching factory bisa lebih dimatangkan lagi dengan mencocokkan jenis vokasi di SMK dengan peta industri yang ada di Jabar.  

Baca Juga: Kepala Kejati Jabar Katarina Lantik Wakajati dan Sejumlah Kepala Kejari di Jabar, Ini Nama Namanya

Di Jabar sendiri saat ini ada dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang sedang berkembang, yakni KEK Rebana di Jabar utara dan KEK Lido di Jabar selatan.  

Halaman:

Editor: Edi Purnawadi

Sumber: Humas Jabar


Tags

Artikel Pilihan

Terkini