Awas, Gempa Sumedang, 31 Desember 2023, 20:34:24 WIB: Empat Retakan di Twin Tunnel Cisumdawu

- 1 Januari 2024, 07:30 WIB
Empat retakan di twin tunnel Cisumdawu, akibat gempa Sumedang, 31 Desember 2023
Empat retakan di twin tunnel Cisumdawu, akibat gempa Sumedang, 31 Desember 2023 /Twitter @bullatuk/

IDEJABAR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengumumkan gempa melanda Sumedang, 31 Desember 2023, pukul 20:34 WIB dengan magnitudo 4,8 pada kedalaman 5 km.

Gempa ini dirasakan cukup besar mengakibatkan empat retakan pada dinding twin tunnel Cisumdawu, penghuni RSUD Sumedang ketakutan hingga berhamburan keluar, dan merusak sejumlah rumah penduduk di Kampung Babakan Hurip, Kelurahan Kotakaler; Kampung Rancapurut, Desa Rancamulya; Kecamatan Sumedang Utara dan Kecamatan Sumedang Selatan.

Baca Juga: Meski Sempat Diguncang Gempa 5,5 SR, Pangandaran Tetap Aman Untuk Dikunjungi

Video singkat kerusakan twin tunnel, situasi setelah gempa, dan penjelasan dari Pj. Sekda Sumedang dapat dilihat pada twiiter warga @bullatuk. Sedangkan informasi resmi dari PVMBG sebagai berikut:

1. Informasi Gempa Bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Minggu, tanggal 31 Desember 2023, pukul 20:34:24 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 107,94 BT dan 6,85 LS, berjarak sekitar 1,5 km timur Kota Sumedang, Provinsi Jawa Barat, dengan magnitudo (M4,8) pada kedalaman 5 km.

Sebelumnya stasiun BMKG pada hari yang sama juga mencatat kejadian gempa bumi pada pukul 14:35:34 WIB dengan magnitudo (M4,1) dan pukul 15:38:10 WIB dengan magnitudo (M3,4). Adapun stasiun USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman tidak mencatat kejadian ini.

2. Kondisi Geologi dan Penyebab Gempa Bumi

Lokasi pusat gempa bumi terletak di darat di wilayah Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Morfologi daerah sekitar pusat gempa bumi merupakan dataran hingga dataran bergelombang, setempat lembah, perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal.

Berdasarkan data Badan Geologi (BG) daerah Sumedang secara umum tersusun oleh tanah sedang (kelas D) dan tanah keras (kelas C). Wilayah ini secara umum tersusun oleh endapan Kuarter berupa batuan rombakan gunung api (breksi gunung api, lava, tuff) dan endapan danau. Sebagian batuan rombakan gunung api tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter secara umum bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.

Selain itu pada morfologi perbukitan bergelombang hingga terjal yang tersusun oleh batuan rombajan gunung api yang telah mengalami pelapukan berpotensi terjadi gerakan tanah yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi. Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman dari data BMKG, maka kejadian gempa bumi ini diperkirakan akibat aktivitas sesar aktif yaitu Sesar Cileunyi – Tanjungsari.

Halaman:

Editor: Edi ES


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah