Dewan Kesenian Kota Tasik : Kembali Akan Menggelar Anugerah Budaya 2023

- 29 November 2023, 14:53 WIB
Suasana rapat DKKT saat menyusun acara Anugerah Budaya
Suasana rapat DKKT saat menyusun acara Anugerah Budaya /Foto : Edi Purnawadi/IdeJabar/

IDEJABAR. Tasik memiliki posisi cukup penting dalam perkembangan seni budaya di Jawa Barat bahkan Nasional. Dari Tasik lahir para seniman  yang mampu memperkaya khazanah seni budaya daerah, bahkan nasional. Oleh karena itu, sudah sepatutnyalah mereka yang memiliki kontribusi pada kehidupan seni budaya di Tasik mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari pemerintah.

Anugerah Budaya adalah wujud apresiasi Pemerintah Kota Tasik lewat Dewan Kesenian Kota Tasik (DKKT) kepada mereka-mereka yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mendorong bertumbuh-berkembangnya  seni dan budaya di Kota Tasik. Dan Anugerah Budaya 2023 yang akan digelar tanggal 5 Desember  di Gedung Kesenian Tasik (GKT) itu merupakan Anugerah Budaya yang ke 8.

Dua Orang Seniman Akan Menerima Anugerah Budaya 2023

Baca Juga: Prabu Siliwangi Hanya Mitos, Bukan Realitas (2)

Ketua DKKT, Bode Riswandi menyebutkan, calon penerima Anugerah Budaya tahun 2023 ini berjumlah dua orang. Namun, Bode belum bersedia menyebutkan namanya. Pasalnya, kata Bode, jika disebutkan saat ini, maka acara itu akan kehilangan nilai kejutnya.

“Sabar dan biarlah nanti disebutkan saat berada diatas panggung agar nilai kejutnya ada. Kalau sekarang disebutkan, acara itu akan kehilangan nilai kejutnya,” tutur penyair dan Sutradara Terbaik dalam Festival Teater Mahasiswa Tingkat Nasional kepada IDEJABAR seusai rapat persiapan acara Anugerah Budaya, Selasa malam kemarin.

Baca Juga: Pelukis Yock Zafar : Membangun Dialog Dengan Objek

Kata Bode ada empat kriteria yang menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan seseorang layak-tidaknya menerima Anugerah Budaya itu. Pertama, kiprah seniman/kelompok seni harus memberikan kontribusi bagi khazanah dan perkembangan seni budaya di Kota Tasik. Dua, melahirkan karya yang berpengaruh dan menjadi rujukan. Tiga, membawa nama Tasik ke kancah yang lebih luas dan ke Empat, memiliki dedikasi dan konsisten di bidangnya.

“Kami menerima masukan, usulan atau ajuan dari Rumpun atau masyarakat yang kemudian kami diskusi dan melakukan ricek dari berbagai sisi. Ya tim itu berdebat seru dan beradu argumen tentang sosok-sosok yang masuk nominasi, yang kemudian terpilih dua orang,” ungkap Bode yang sehari-harinya menjadi Dosen di Universitas Siliwangi.

Bode berharap, tradisi Anugerah Budaya ini harus tetap dipertahankan siapapun yang duduk di DKKT nantinya. Pasalnya, Anugerah Budaya yang sudah berjalan 8 tahun ini telah menjadi rujukan beberapa Dewan Kesenian, bahkan ada yang datang dari luar Jawa. “Sudah beberapa Dewan Kesenian yang melakukan studi banding ke Tasik untuk mengadopsi program Anugerah Budaya. Ya mungkin mereka akan membuat penghargaan seperti ini, namun yang lebih berorientasi ke budaya setempat,” jelasnya.***

Halaman:

Editor: Edi Purnawadi

Sumber: Wawancara Liputan


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah