Rakernas V PDIP 2024: Oposisi atau Banci?

- 24 Mei 2024, 23:30 WIB
Pidato politik Megawati pada pembukaan Rakernas PDIP pada Jumat ini.
Pidato politik Megawati pada pembukaan Rakernas PDIP pada Jumat ini. /@pdiperjuangan/

IDEJABAR – Boleh dibilang satu hal yang paling ditunggu masyarakat dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta Utara, akhir pekan ini (24-26/5/2024) adalah apakah PDIP akan menjadi oposisi atau banci?

Istilah yang digunakan Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri adalah: apakah PDIP akan bekerja sama atau tidak [dengan pemerintahan baru Prabowo-Gibran yang akan dilantik pada Oktober 2024]?

Secara resmi sikap PDIP ini akan diumumkan dalam keputusan Rakernas V, Minggu, setelah mendengar pandangan umum dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP dari seluruh Indonesia dan dibahas dalam rapat komisi yang membidanginya.

Baca Juga: Hanya Nonton Video Dapat Cuan! Ini 3 Aplikasi Penghasil Uang yang Cair ke Saldo DANA atau E-wallet lainnya

Namun dari bahasa tubuh dan pidato politik Megawati dalam pembukaan Rakernas V, kemungkinan besar PDIP tidak akan bekerja sama dengan pemerintah Prabowo-Gibran.

Megawati mengatakan, “Tidak apa-apa kok, kita tahan banting kok.”

Kemudian ia berteriak, “Berani apa tidak? Takut apa tidak? [diulangi sampai empat kali] Berani…! Saya sekarang provokator demik kebenaran dan keadilan… Ngerti kan yang saya maksud.”

Ngerti…!” jerit para peserta Rakernas V PDIP.

Dari pidato ini, kiranya sudah jelas ke arah mana sikap PDIP: tidak bekerja sama dengan pemerintah Prabowo-Gibran.

Ketegasan sikap ini telah lama dinanti para pendukung dan kader PDIP, karena belakangan ini Megawati lambat dan tidak tegas mengambil keputusan. Pemecatan terhadap Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, dan Boby Nasution, misalnya, tidak pernah diumumkan dan diterbitkan Surat Keputusan (SK)-nya oleh Megawati.

Halaman:

Editor: Edi ES


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah