Menjaring Pendapat Sejumlah Tokoh : Inilah, Sosok Wali Kota Tasik Harapan Masyarakat

- 20 April 2024, 11:30 WIB
Dosen, Peneliti, Tokoh, Aktivis, Mantan Pejabat mengungkap sosok Walikota yang dibutuhkan  Warga Kota Tasik
Dosen, Peneliti, Tokoh, Aktivis, Mantan Pejabat mengungkap sosok Walikota yang dibutuhkan Warga Kota Tasik /Foto : Kolase Dk Medsos/

Baca Juga: Pilkada Kota Tasikmalaya. Dasyat, Pendaftar Calon Wali Kota Tasik Ke PPP Wajib Bisa Baca Al’Qur’an.

Harusnya pengelolaan sampah di Kota Tasik menggunakan metode / Intervensi Community Solid Waste Based  Management (CSWBM). Suatu metode pengelolaan sampah yg melibatkan partisipatif aktif masyarakat secara penuh. Masyarakat akan mengelola sampah mulai dari rumah dan yang di buang ke TPA adalah residu. TPA pun tidak boleh menggunakan system open dumping tapi menggunakan sanitary landfill.

Perihal kesehatan pola pendekatan perencanaan program harus menggunakan metode intervensi, metode yg tepat, intervensi personal hygine dan community.

Yusuf Abdullah

Wakil Ketua Pascasarjana Universitas Siliwangi, Dosen, Peneliti dan Mantan Komisioner KPU Kota Tasik

Sosok Pemimpin yang diharapkan yaitu figur yang memiliki "dashboard" peta jalan penyelesaian masalah "khas perkotaan". Tidak hanya wacana, tapi eksekusi akhirnya yang harus terukur, substantif, dan solutif. Kota Tasik itu unik, sehingga perlu solusi yang menarik, yang bisa berimbas juga pada trafic PAD yang eksotik dan jadi daerah yang memiliki nilai jual tinggi. Intinya, Kota Tasik perlu figur calon pemimpin yang mampu menciptakan nilai untuk kota (value creation).

Baca Juga: Pilkada Serentak 2024. Ingat, Inilah Tahapan Penyelenggraan Pilkada Serentak Tahun 2024

Maulana Janah

Dosen Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung, Peneliti, Pengamat dan Penulis Buku Pilkada Kab. Tasik Terbitan KPU Kab. Tasik.

Kota Tasik perlu figur yang memahami problem Kota Tasik dan punya solusi kongkrit. Figur yang didukung oleh tokoh masyarakat, sehingga ketika terpilih bisa menggerakan seluruh elemen masyarakat. Ia lahir dan berada ditengah-tengah masyarakat alias membumi. Tidak mengawang-awang.

Halaman:

Editor: Edi Purnawadi

Sumber: Wawancara


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah