Pilkada Kota Tasikmalaya P3, Golkar, PAN dan PKB Tetap Jadi Primadona

- 12 April 2024, 13:30 WIB
Ilustrasi Pilkada Serentak 2024 - Khusus di Jawa Barat, selain akan memilih Gubernur (Pilgub), juga ada 27 Kabupaten (Kab) dan Kota yang akan memilih Bupati (Pilbup) dan Wali Kota (Pilwalkot).
Ilustrasi Pilkada Serentak 2024 - Khusus di Jawa Barat, selain akan memilih Gubernur (Pilgub), juga ada 27 Kabupaten (Kab) dan Kota yang akan memilih Bupati (Pilbup) dan Wali Kota (Pilwalkot). /Antara/Afif/fqh/

IDEJABAR - Pilkada Kota Tasikmalaya telah melahirkan empat poros yakni Poros PAN-Golkar, PKB-PKS, P3-Demokrat dan Gerindra-PBB. Itu artinya, keempat poros itu telah memiliki tiket untuk tampil di perhelatan politik lima tahunan yakni Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya.

Uniknya, dari keempat poros itu baru dua poros yang dengan tegas menyebut calonnya yakni M.Yusuf dari Poros Golkar-PAN dan Viman Alfaridzi dari Poros Gerindra-PBB. Dua poros lainnya menyebutkan dalam posisi fleksible, karena baru pada tahap pengamanan tiket untuk bisa mencalonkan.

Empat Poros Belum Tentu Empat Pasangan Calon

Pengamat Sosial Politik, Peneliti dan Dosen Universitas Islam K.H. Ruhiat (UNIK) Cipasung, Dr. Maulana Janah, mengatakan meski pada Pilkada Kota Tasik telah ada 4 poros, dia meyakini bahwa ke empat poros itu tidak akan mengusung Paket Calon masing-masing. Pasalnya, lanjut Maulana, saat ini yang benar-benar confidence dengan calon usungannya baru Golkar dan Gerindra.

Selanjutnya, dia melihat, poros-poros lainnya bukan yang tidak mungkin malah melebur dengan poros yang ada atau muncul dengan tawaran calon lain diluar calon yang sudah ada. Jika itu yang terjadi, kata Maulana, maka Pilwalkot Tasik ini akan semakin dinamis dan penuh dengan kejutan.

Dosen, Peneliti dan Pengamat politik mencermati Pilkada Kota Tasik i
Dosen, Peneliti dan Pengamat politik mencermati Pilkada Kota Tasik i

“Saya kira pada akhirnya Pilwalkot Tasik hanya akan diikuti oleh 3 atau 2 pasang calon. Apa lagi, jika melihat data yang ada pada Pilwalkot sebelumnya yakni tahun 2007, 2012 dan 2017 hanya diikuti oleh 3 pasang calon,” tutur Maulana kepada IDEJABAR via pesan elektriknya, Rabu malam kemarin.

Jika mencermati dinamika partai yang ada, menurut Maulana, keberadaan P3, Golkar, PKB dan PAN dalam konstalasi politik Kota Tasik masih tetap jadi primadona. Munculnya Gerindra dan PKS, lanjut dia, bisa jadi kuda hitam dalam percaturan politik Kota Tasik saat ini.

Baca Juga: Jalur Menuju Ciamis, Pangandaran dan Jateng Mulai Padat

“Gerindra saat ini terlihat sibuk dengan sosialisasi calonnya, memang calon yang diusungnya Viman Alfaridzi kurang dikenal oleh warga Kota Tasik. Maka Gerindra dengan segala daya terus menggenjot popularitas calonnya. Ini fakta yah,” ungkap Peneliti Pilkada Kab. Tasik yang bukunya telah diterbitkan KPU Kab. Tasik ini.

Halaman:

Editor: Edi Purnawadi

Sumber: Wawancara


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah