Cianjur: Simpang Siur Besaran Dana Stimulan Perbaikan Rumah

- 24 November 2023, 21:01 WIB
Laman resmi Kemenko PMK yang mengumumkan pemerintah akan menaikkan dana stimulan perbaikan rumah. Pencerminan aparat pemerintah tidak bekerja sungguh-sungguh.
Laman resmi Kemenko PMK yang mengumumkan pemerintah akan menaikkan dana stimulan perbaikan rumah. Pencerminan aparat pemerintah tidak bekerja sungguh-sungguh. /www.kemenkopmk.go.id/

IDEJABAR – Aneh tapi nyata. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengumumkan pemerintah menaikkan dana stimulan perbaikan rumah rusak berat, sedang, dan ringan korban gempa bumi Cianjur yang terjadi 21 November 2022.

Kenaikan itu, kata profesor doktor sosiologi ini, untuk kategori rumah rusak berat dari Rp 50 juta menjadi Rp 60 juta; rumah rusak sedang dari Rp 25 juta menjadi Rp 30 juta, dan rusak ringan dari Rp 10 juta menjadi Rp 15 juta.

"Jadi, rumah rusak berat yang semula Rp 50 juta akan dinaikkan menjadi Rp 60 juta. Kemudian, yang rusak sedang naik menjadi Rp 30 juta, sedangkan yang rusak ringan dari Rp 10 juta menjadi Rp 15 juta," terang Muhadjir dalam konferensi pers pasca rapat koordinasi di Gedung Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Selasa (21/11/2023), sebagaimana disampaikan di laman Kemenko PMK itu sendiri www.kemenkopmk.go.id/pemerintah-tambah-standar-biaya-bantuan-rumah-rusak-pasca-bencana
.
Lah…, warga Cianjur, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), dan Pemerintah Daerah (Pemda) Cianjur sudah berbulan-bulan menerima dan menyampaikan informasi bahwa dana stimulan memang segitu: rusak berat Rp60 juta; rusak sedang Rp30 juta, dan; rusak ringan Rp15 juta.

Baca Juga: Cianjur: Nestapa di Negeri Tenda (Bagian 1)

Umumnya dana itupun sudah diterima dua tahap. Kini warga menunggu tahap ketiga yang tersendat dan membingungkan, lantaran banyak terjadi pengubahan status kerusakan rumah oleh verifikator.

Setengah tahun lalu, 5 Mei 2023, pada laman jabarprov.go.id/berita/56-687-kk-korban-gempa-cianjur-terima-dana-stimulan-9025, Pemprov Jabar telah mengumumkan penyaluran bantuan stimulan kepada masyarakat terdampak gempa Cianjur bervariasi, untuk bangunan rusak ringan sebesar Rp.15 juta, rusak sedang Rp.30 juta dan rusak berat Rp.60 juta. "Pencairan dana stimulan dilakukan melalui Bank Mandiri Regional VI/Jawa 1 sebagai perbankan yang ditunjuk Pemerintah," ujar Kepala Diskominfo Jabar Ika Mardiah di Kota Bandung, Kamis (4/5/2023).

IDEJABAR juga berulangkali menyajikan berita hasil wawancara dari warga di Kecamatan Cianjur, Cugenang, dan Warungkondang, yang menuturkan bahwa besaran dana stimulan adalah: rusak berat Rp60 juta; rusak sedang Rp30 juta, dan; rusak ringan Rp15 juta.

Besar kemungkinan pihak Kemenko PMK tidak tahu kenyataan yang terjadi dan tidak memonitor perkembangan di lapangan, kendati hanya melalui media daring. Kalau mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini, atau setidaknya stafnya yang jumlahnya tidak sedikit itu, mau membaca portal media daring, terang-benderanglah sudah informasinya. Padahal tinggal klik telepon seluler mereka… Beres!

Baca Juga: Setahun Gempa Cianjur: Penyintas Mesti Berjuang Menghadapi Kesewenangan Bupati

Halaman:

Editor: Edi ES


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah