Kota Tasik di Guncang Gempa Berskala 5,2 SR

- 18 November 2023, 08:00 WIB
Ilustrasi. Gempa Banten terasa hingga Bandung.
Ilustrasi. Gempa Banten terasa hingga Bandung. / micro g lacoste/

IDEJABAR. Gempa bumi berskala 5,2 SR telah mengguncang Wilayah Kota Tasikmalaya sekitar 06.34.32 WIB. Pusat gempa terdapat 67 Km Barat Daya Garut dan Gempa tidak berpontensi tsunami.

Gempa bermagnitudo 5,2 SR itu terjadi di kedalaman 21 km, dengan Koordinat 7.86 LS- 107.27 BT. Daera-daerah yang terdampak gempa itu adalah Jakarta, Pulau Natal dan Daerah Istimewa Jogjakarta.

Warga Berhamburan ke Luar Rumah

Sejumlah warga Perum Cipta Graha Mandiri (CGM) di Wilayah Bungursari berhamburan keluar, sambil berteriak lini… lini… lini… (Gempa). Pasalnya, saat terjadi gempa adalah saat dimana warga sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor, sekolah dan nganter anak-anak ke sekolah. Sehingga wajar, jika terjadi kepanikan.

Ny. Lastri, salah seorang warga CGM, mengaku kaget saat ada guncangan, karena dirinya sedang di dapur mempesiapkan sarapan untuk anaknya yang akan segera berangkat ke sekolah. Begitu juga, Ny. Ugih yang ketika terjadi gempa dirinya sedang memanaskan motornya untuk segera mengantar dua anaknya ke sekolah.

“Saya kaget kok orang-orang pada lari keluar, ada apa? Tapi ketika ibu-ibu lainnya berteriak lini.. liniii, sy baru sadar karena  motor saya bergetar, padahal hanya sedang dipanaskan,” tutur Ny. Ugih yang saat itu mengaku masih kaget.

Sementara Ny. Lastri yang pertama berteriak lini… lini… baru sadar bahwa dia lari keluar itu sambil memegang susuk, karena dirinya sedang siap-siap membuat dadar telor. “Waduh saya sampai lupa, tadi ternyata saya lari keluar itu sambil bawa susuk,” ungkapnya sambil tertawa.

Warga Kp. Gunung Salem, Lengkongsari, Wiwi pun merasakan hal yang sama yakni kaget. Pasalnya, kata dia, dirinya baru saja selesai mencuci dan baru siap-siap untuk menjemur cuciannya. Tapi tiba-tiba mendengar teriakan dari tetangganya lini… lini… lini….

“Tanpa berfikir apa-apa langsung saya lari ke luar, eh ternya diluar sudah banyak orang mengamankan diri,” tutur Wiwi seraya dirinya bercerita setiap ada gempa, selalu teringat paska gempa Pangandaran beberapa tahun lalu yang memakan korban saudaranya. “Kalau mendengar gempa itu, saya selalu sedih dan langsung teringat ke saudara saya yang tinggal di Pangandaran” tutur Wiwi dengan mata nanar.***

Editor: Edi Purnawadi

Sumber: liputan Info BMKG


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah