Bogor Jadi Kota Sampah, Imbas Mogok Kerja Pengemudi Truk Sampah

- 23 Mei 2024, 19:30 WIB
Inilah penampakan tumpukan sampah di salah satu sudut kota Bogor yang tidak diangkut pada hari Rabu, 22 Mei 2024 akibat awak sopir Truk Sampah DLH Kota Bogor Mogok Kerja
Inilah penampakan tumpukan sampah di salah satu sudut kota Bogor yang tidak diangkut pada hari Rabu, 22 Mei 2024 akibat awak sopir Truk Sampah DLH Kota Bogor Mogok Kerja /Tangkapan layar video Whatsapp Group/

IDEJABAR - Bogor kota indah sejuk nyaman… Bagai bunga di dalam taman~ Slogan ini dipampangkan pada medsos X (twitter) resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor: https://x.com/pemkotabogor?lang=en

Namun sejak kemarin, Rabu (22/5/2024), sampah tampak menggunung di berbagai sudut kota dan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) Kota Bogor. Selain membuat pemandangan jadi jelek, bau busuk pun tercium menyengat hidung.

Sejak kemarin para pengemudi truk sampah Kota Bogor yang berjumlah 130 orang mogok kerja. Mereka memarkir truknya di depan kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor di Jl. Pledang.

Sementara itu dalam sehari sampah kota Bogor mencapai 500 ton, yang harus diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga di Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Jika dua hari tidak diangkut, maka 1000 ton sampah akan menumpuk di sana-sini. Kalau tiga, empat, lima hari… maka Kota Bogor akan menjadi jelek, bau… "Bagai bunga bangkai di dalam taman".

Dana Operasional

Menurut Kepala DLH Kota Bogor Deni Wismanto para pengemudi itu menuntut dana operasional Rp50.000 per hari. Soalnya, setiap hari mereka mesti mengeluarkan uang sebesar dari kantong pribadi untuk hal-hal tidak terduga. Misalnya ban kempis, ban pecah, atau parkir.

"Ada keinginan dari teman-teman (pengemudi truk) bahwa (agar) selama ini ada (uang) operasional di jalan. Sebetulnya di perjalanan banyak hal yang tidak bisa diduga. Namanya di jalan, banyak kebutuhan-kebutuhan," kata Deni, kepada media, Rabu (22/5/2024).

"Ada proses yang memang belum bisa kita akomodir. (Contohnya) Parkir, ban pecah. Selama ini kebutuhan di jalan itu ditanggulangi oleh sopir. Lama-lama juga mungkin mereka berat, harus jadi beban kita," tambahnya.

Dipikir-pikir, sepatutnyalah Pemkot segera menyiapkan dana operasional untuk para pengemudi. Jumlahnya tidak besar, hanya Rp50.000 per trip. Dalam sehari diperkirakan ada 50 trip untuk mengangkut 500 ton sampah, maka dalam setahun hanya diperlukan dana Rp900 juta.

Jumlah ini kecil bila dibanding Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Kota Bogor 2024 yang mencapai Rp3,05 triliun. Pemkot hanya perlu menggeser anggaran dari pos lain yang niscaya tidak sulit dikerjakan.

Halaman:

Editor: Edi ES

Sumber: beragam sumber


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah