Alasan JAKSA Minta Hakim PN Bandung Tolak Eksepsi Terdakwa Kasus Tipu Gelap Wanita Cantik Adetya Alias Sasha

- 21 Mei 2024, 13:10 WIB
Wanita Cantik Adetya Alias Shasha saat mengikuti sidang tanggapan eksepsi Selasa 21 Mei 2024, jaksa meminta hakim PN Bandung menolak eksepsi terdakwa
Wanita Cantik Adetya Alias Shasha saat mengikuti sidang tanggapan eksepsi Selasa 21 Mei 2024, jaksa meminta hakim PN Bandung menolak eksepsi terdakwa /idejabar


IDEJABAR - Sidang kasus penipuan dan penggelapan dengan terdakwa wanita cantik Adetya Yessi Seftiani atau biasa dikenal Sasha kembali digelar di Pengadilan Negeri Bandung pada hari ini Selasa 21 Mei 2024.
Dalam sidang yang dipimpin oleh hakim Agus Komaarudin mengagendakan tanggapan jaksa atas eksepsi dari penasehat hukum terdakwa yang dibacakan pada pekan lalu.

Dalam tanggapan tersebut jaksa penuntut umum Yadi Kurniawan S.H. menolak keras atas keberatan terdakwa yang dibacakan sebelumnya, Yadi pun menyebut bahwa dakwaan dengan nomor perkara PDM-315/BDUNG/04/2024 atas nama terdakwa Adetya Yessi Seftiani alias Sasha sah menurut hukum karena telah memenuhi syarat formil maupun syarat materiil sebagaimana disyaratkan pada pasal 143 ayat 2 huruf a, b KUHAP.

Baca Juga: Hebat, KPK Apresiasi Pemkot Bandung, Dalam Membangun Budaya Antigratifikasi

Dari itulah jaksa Yadi memohon kepada majelis hakim untuk melanjutkan pemeriksaan perkara atas nama Adetya alias Sasha wanita cantik yang didakwa penipuan dan penggelapan.

 

Begini Uraian Jaksa Terkait Minta Hakim Tolak Eksepsi

Dalam uraian atas tanggapan terdakwa tersebut Yadi mengatakan bahwa dakwaan sudah cermat dan jelas. Yakni ketelitian jaksa dalam mempersiapkan surat dakwaan yang didasarkan undang undang berlaku.

"Kami telah menguraikan perbuatan terdakwa dalam dua kualifikasi tindak pidana yakni tindak pidana penipuan atau tindak pidana penggelapan sebagiamana yang termuat dalam uraian dakwaan, meskipun uraiannya agar mirip namun bisa diperhatikan dan dibaca kembali dengan seksama bahwa dakwaan kami berbeda dan mengandung makna yang berbeda pula," kata Yadi dalam bunyi eksepsinya yang dibacakan Jaksa Rully di ruang sidang III.

Dalam eksepsi itu dijelaskan soal tanggapan tidak jelas dalam dakwaan, menurutnya uraian dakwaan mulai dari lokus dan tempus tindak pidana dilakukan, uraian unsur tindak pidana serta perbuatan pidana yang dilakukan terdakwa sebagiamana delik yang didakwaan hingga kerugian yang dialami oleh Stelly Gandawidjaja.

"Kaitan adanya uraian tidak jelas dan tidak cermat dalam penjelasan hubungan hukum antara terdakwa dan saksi Stelly Gandawidjaja dalam dakwaan kami tidaklah berdasar karena kami sudah jelas jelas menceritakan hal tersebut dalam dakwaan, namun lebih lanjutnya kami tidak akan membahas jauh materi pokok perkara karena kami akan membuktikan pada pembuktian alat bukti dan barang bukti," ujarnya.

Halaman:

Editor: Adin Supriadi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah