Setjen DPR RI Kembali Diperiksa KPK: Dugaan Korupsi Pengadaan Barang

- 15 Mei 2024, 17:30 WIB
Sekjen DPR Indra Iskandar klaim telah sampaikan seluruh keterangan ke penyidik KPK.
Sekjen DPR Indra Iskandar klaim telah sampaikan seluruh keterangan ke penyidik KPK. /Pikiran Rakyat/Asep Bidin Rosidin/

IDEJABAR – Sekitar 2,5 jam lamanya Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (15/5/2024).

Indra diperiksa sebagai saksi dalam dugaan perkara korupsi pengadaan kelengkapan rumah jabatan anggota DPR RI senilai Rp120 miliar, yang mengakibat kerugian negara diperkirakan puluhan miliar.

Proyek pengadaan itu meliputi peralatan kelengkapan ruang tamu dan ruang makan seperti meja.

Baca Juga: Jangan Ketinggalan! Cek Pendaftaran CPNS dan PPK 2024: Link, Jadwal, Serta Formasinya di Sini

“Kurang lebih Rp 120 miliar ya. kurang lebih nilai proyeknya. Tapi kerugian keuangan negaranya ada puluhan miliar sementara ini,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri saat ditemui wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu 13 Maret silam.

Sebelumnya Indra pernah diperiksa sebagai saksi oleh KPK. Kemudian dicekal bepergian ke luar negeri dan digeledah kantornya pada 30 April 2024. Ia juga mangkir pada panggilan pertama KPK pekan silam.

Sekeluarnya dari pemeriksaan, siang ini, peraih Indonesia Public Relations Top Leader Awards 2023 dari Warta Ekonomi menyatakan, "Hari ini intinya sudah saya sampaikan semua tentang pengetahuan saya tentang fakta-fakta yang saya ketahui, sudah saya sampaikan."

Ia juga yakin penyidik KPK akan bekerja secara profesional. Namun Indra ogah berpanjang lebar menjawab pertanyaan wartawan mengenai perkara korupsi yang tengah diperiksa. Padahal biasanya ia akrab dengan media dan tidak canggung menyampaikan informasi.  

“Tanya ke penyidik, tanyakan penyidik, saya enggak boleh masuk pokok perkara. Ini substansi silakan tanya penyidik, intinya sudah saya sampaikan,” kata Indra.

Menyimak urutan kerja KPK selama ini, besar kemungkinan Indra Iskandar akan ditetapkan sebagai tersangka pelaku korupsi.

Lazimnya, urutan kerja KPK adalah penyidikan, penyelidikan (termasuk mengumpulkan berbagai barang bukti dan menggeledah), mencekal, memanggil sebagai saksi, menetapkan tersangka, dan menggelar persidangan.***

Editor: Edi ES

Sumber: beragam sumber


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah