KCD Disdik Jabar Dedi Suryadin Jadi Saksi Kasus Korupsi Dana Hibah Pemrov Jabar ke Lembaga di Tasikmalaya

- 14 Mei 2024, 07:49 WIB
Kepala Cabang Dinas (KCD 12) Disdik Jabar Dedi Suryadin menjadi saksi bersama yang lainnya dalam kasus korupsi yang diduga melibatkan pimpinan DPRD Jawa Barat
Kepala Cabang Dinas (KCD 12) Disdik Jabar Dedi Suryadin menjadi saksi bersama yang lainnya dalam kasus korupsi yang diduga melibatkan pimpinan DPRD Jawa Barat /

Dedi Suryadin juga ditanya soal NPHD dan syarat syaratnya, pihaknya mengaku melakukan verifikasi sesuai prosedur. Jaksa juga mempertanyakan soal 20 lembaga yang dapat hibah apakah telah sesuai prosedur, Dedi menyebut bahkan dari awal pihaknya melakukannya sesuai prosedur dan melakukan montoring karena kami hanya diproses awal.

Dalam persidangan tersebut juga muncul mengenai jumlah anggaran yang digelontorkan terhadap 20 lembaga yang mendapatkan bantuan hibah yakni sebesar Rp2,3 miliar.

Dedi Suryadin saat ditanya apakah ada pemotongan terkait bantuan tersebut, Dedi mengaku mendengar pemotongan setelah cair sekitar 60 persen, seperti dari Rp300 juta bantuan hibah yang diberikan terhadap lembaga keagamaan, sekitar Rp160 juta digondol, atau disunat.

Dalam kesaksian terbut selain Dedi Suryadin juga menjadi saksi Nadia Masika DPKAD Provinsi Jabar, DR H Emed Taryaman, Endang Sutisna ketiganya PNS yang mempunyai jabatan.

Adanya pemotongan juga diakui oleh Endang Sutisna yang saat itu menjadi staf Dedi Suryadin menurutnya sesuai tupoksinya dalam pengelolaan data cabang dinas melakukan pengolahan dan pengumpulan data, lalu melakukan verifikasi dokumen dan usulan.

"Di Naskah Perjanjian Hibah Perjanjian Daer (NPHD) sesuai usulan mendapat Rp300 juta terhadap satu lembaga, tapi ada yang laporan ke kami dipotong 60 persen," ujarnya.

Baca Juga: Jadwal Sim Keliling Hari Ini Selasa 14 Mei 2024 untuk Kota Bandung, 2 Lokasi 1 Outlet

 

Kronologi Kasus Korupsi Sunat Dana Hibah

Kasus sunat belanja dana hibah yang berasal dari APBD Provinsi Jawa Barat kembali terulang.

Dana yang seharusnya digunakan untuk sarana pendidikan dan keagamaan di beberapa yayasan pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya malah dikorupsi hingga menyebabkan kerugian negara yang tidak sedikit. Sebagai terdakwa dalam sunat hibah itu Taofikul Anwar alias Opik .

Halaman:

Editor: Adin Supriadi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah