5 Terdakwa Korupsi Jl Sule Setianegara Kota Tasikmalaya Dituntut Penjara di PN Bandung, Ini Lama Tuntutannya

- 13 Mei 2024, 15:08 WIB
5 Terdakwa kasus korupsi pemeliharaan jalan Sule Setianegara Kota Tasikmalaya dituntut antara 4-5 tahun penjara pada Senin 13 Mei 2024
5 Terdakwa kasus korupsi pemeliharaan jalan Sule Setianegara Kota Tasikmalaya dituntut antara 4-5 tahun penjara pada Senin 13 Mei 2024 /

 

IDEJABAR - 5 terdakwa kasus korupsi proyek pemeliharaan jalan Sule Setianegara di Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya dituntut dengan lama hukuman berbeda antara 4 tahun hingga 5 tahun. Pembacaan tuntutan dibacakan di Ruang III Pengadilan Tipikor Bandung pada Senin 13 Mei 2024.

Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri (JPU Kejari) Tasikmalaya Haryanto Hamonangan dalam tuntutannya menyebutkan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus pemeliharaan jalan Sule Setianegara Cibeureum Tasikmalaya.

JPU Heryanto Hamonangan menyebutkan lima terdakwa dituntut pidana pasal 2 ayat 1 jo 18 dan Undang Undang Tipikor. Untuk tuntutan dan nama nama terdakwa akan disampaikan artikel dibawah ini.

Baca Juga: Ayo Mainkan GAME Penghasil Saldo DANA Gratis Ini. Lengkap Tips agar Dapat Uang Tambahan


Kronologi Kasus Korupsi Jalan Sule Setianegara Kota Tasikmalaya

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung menyidangkan kasus korupsi tersebut sejak Rabu 7 Februari 2024, kerugian negara akibat korupsi tersebut sekitar Rp650 juta .

Para terdakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dijerat pidana Pasal 2 ayat 1 Jo 18 dan Subsider Pasal 3 Jo 18 Undang-Undang Tipikor dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Kelima orang terdakwa telah melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pemeliharaan Jalan Sule Setianegara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) tahun 2019.

Kasus ini terungkap berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) adanya kekurangan volume pekerjaan dalam proyek pemeliharaan Jalan Sule Setianegara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya tahun 2019, sehingga merugikan keuangan negara sebesar Rp.656 juta.

Setelah itu Kejaksaan Negeri (Kejari) Tasikmalaya melakukan pengecekan bersama tim ahli independen terkait temuan tersebut. Setelah dicek ternyata ditemukan adanya kekurangan volume pekerjaan.

Halaman:

Editor: Adin Supriadi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah