ASYIK EUY! Bey Bakal Laporkan Kecurangan PPDB Jabar Tahap I ke Nadiem Makarim

- 25 Juni 2024, 16:30 WIB
Jelang Pengumuman PPDB, Bey Machmudin Dapati Orangtua Titip Kursi
Jelang Pengumuman PPDB, Bey Machmudin Dapati Orangtua Titip Kursi /

IDEJABAR – Pj. Gubernur Jabar, Bey Machmudin bakal melaporkan hasil evaluasi PPDB tahap I ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristekdikti). Kasus pemalsuan KK dan masih adanya label sekolah favorit diharapakan menjadi catatan untuk kementerian.  

Menurut Bey, selama proses PPDB Jabar tahap I kemarin, kecurangan berupa pemalsuan KK ditemukan di beberapa sekolah yang labelnya masih favorit. Hal itu dipastikannya akan dilaporkan langsung ke Mendikbudristekdikti, Nadiem Makarim.  

Kementrian Harus Mengetahui Apa Yang Terjadi Dilapangan  

Dikatakan Bey, niat laporan ke Kemendikbudristekdikti tidak lain agar pihak Kementrian memahami fakta lapangan. Kata Bey, tujuan zonasi itu untuk memeratakan sekolah, tapi ternyata paradigma itu masih tidak bisa, tidak mudah merubah sekolah favorit.   

Baca Juga: GASPOL! Langgar Aturan Domisili, 31 Siswa Dianulir Kelulusannya

Bey menuturkan, para orangtua calon peserta didik baru masih banyak menginginkan anaknya bersekolah di sekolah yang berlabel favorit. Padahal semangat dari sistem zonasi ini untuk pemerataan pendidikan di Indonesia. Menurut Bey, fakta itu harus dilaporkan ke kementerian agar menjadi bahan evaluasi.  

"Jadi orangtua masih ingin anak-anaknya bersekolah di sekolah favorit. Nah kami ingin melaporkan semua itu, karena keputusan ada di pemerintah pusat dan kami hanya menjalankan aturan," jelas Bey.  

Pendaftaran PPDB Jabar 2024./ Tangkap layar Instagram/disdikjabar
Pendaftaran PPDB Jabar 2024./ Tangkap layar Instagram/disdikjabar

Bey memastikan, Disdik Jabar telah menganulir para calon peserta didik baru yang kedapatan menggunakan KK palsu dalam proses PPDB tahap I. Adapun proses penganuliran ini dilakukan berdasarkan verifikasi ulang oleh satuan pendidikan dengan melihat langsung alamat domisili peserta.  

"Zonasi segala macam, aturan, KK, KTP dan lainnya, kini terpaksa dianulir. Karena ditemukan kecurangan karena tidak tinggal di situ," kata Bey.  

Halaman:

Editor: Edi Purnawadi

Sumber: Humas Jabar


Tags

Artikel Pilihan

Terkini