Tasikmalaya: Sampah Menumpuk Di Mana-mana, Akibat Kendala Teknis di TPA Ciangir

- 7 Februari 2024, 09:10 WIB
Kefot:Tumpukan sampah terlihat menggunung di lokasi TPS sampah Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya dan mengeluarkan bau tidak sedap yang menyengat.
Kefot:Tumpukan sampah terlihat menggunung di lokasi TPS sampah Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya dan mengeluarkan bau tidak sedap yang menyengat. /kabar-priangan.com/Asep MS/

IDEJABAR - Penyesuaian tarif retribusi sampah di Kota Tasikmalaya ternyata tidak berbanding lurus dengan fakta di lapangan. Pasalnya, tumpukan sampah masih terlihat disudut-sudut Kota Tasikmalaya. Bahkan di sepanjang Jl. KH. Musthafa pun terlihat tumpukan-tumpukan  sampah.

Padahal konon penyesuaian tarif retribusi sampah itu dilakukan alasan utamanya adalah karena biaya operasional yang tinggi. Rumus kenaikan tarif retribusi sampah itu sendiri sesuai dengan Permendagri Nomor 7 Tahun 2021, tentang cara perhitungan tarif retribusi dalam penyelenggaraan penanganan sampah.

Bau Menyengat Sampah Menumpuk di TPS Cikurubuk 

Warga Pasar Cikurubuk, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, utamanya para pedagang keluhkan bau sampah yang menyengat. Bau sampah yang menyengat itu datang dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang ada di Komplek Pasar Cikurubuk Tasikmalaya. Di TPS itu nampak tumpukan sampah menggunung serta mengeluarkan bau yang menyengat.

Tumpukan sampah dibeberapa sudut Jl. HZ. Musthafa
Tumpukan sampah dibeberapa sudut Jl. HZ. Musthafa

Menggunungnya sampah di TPS tersebut, menurut para pedagang dan tukang parkir, karena sudah beberapa hari sampah itu tidak diangkut oleh armada sampah.

"Wah sudah lama juga pak sampah itu tidak diangkut oleh truk yang biasa. Kenapa tidak diangkut, ya saya sih tidak tahu pak,” tutur Ade, tukang parkir yang setiap hari kerja di lokasi itu.

Tak hanya Ade yang merasakan bau sampah itu, juga Isah, penjual sayuran, menyebutkan semakin hari sampah semakin banyak dan semakin menimbulkan bau menyengat. Selain itu, lanjut Isah, juga banyak lalat sampah yang berkeliaran ke kios-kios. Sehingga sangat merepotkan para pedagang.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, para pedagang mengaku tidak tahu pasti penyebab sampah dari TPS itu belum diangkut. Padahal pedagang, setiap harinya dipungut retribusi sampah sebesar Rp 1.000 per kios. Jika jumlah pedagang di Pasar Cikurubuk sekitar 2.500 pedagang. Maka perharinya akan terkumpul sekitar Rp2.500.000. Jika untuk satu bulan maka akan terkumpul sebesar Rp75 juta.  

Baca Juga: Meski Sampah Masih Numpuk Diberbagai Tempat. Tarif Retribusi Sampah Di Kota Tasik Naik

Halaman:

Editor: Edi Purnawadi

Sumber: Berbagai Sumber Liputan


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah